Welcome to my blog

November 07, 2012

November

Wow, it’s November. Awal bulan sudah penuh dengan segala persoalan. Wuahh, it’s really hectic, but i’ll try to do with my heart. *asekkkk*

Sedikit flashback,  bulan lalu menurut gw merupakan bulan yang “wuah”, why ??

First, oct 11th yeah ultahnya Denny, pengen banget rasanya celebrate his bday dengan ngebanjur abis-abisan, tapi sayangnya dia kaburrrr entah ke dunia mana (hihiii), misi pun gagal. About his bday, gw jadi keingat 3 tahun yang lalu kalo tidak salah, dia merayakan ulang tahunnya dengan charity ke jalanan, gw pun turut ambil bagian dalam membagi makanan dengan temen-temen yang lain. For me, this is first time gw terjun langsung ke orang-orang jalanan yang mereka sama sekali tidak punya tempat tinggal dan untuk makan pun susah, bekerja sepanjang hari hanya untuk sesuap nasi. Wuah, it’s really really sad. Begitu keras kehidupan, mungkin itu yang mereka rasakan. Yang gw rasakan saat itu adalah, bagaimana kalo gw yang berada dalam posisi mereka, makan susah, tempat tinggal tidak ada, hidup seadanya hanya beralaskan tikar bahkan tidur di jalan. Oh God, gw bersyukur hidup dalam keluarga yang tidak kekurangan, tidak berlebihan tapi Tuhan cukupkan segala sesuatunya. Dari charity ini gw belajar bahwa, siapapun kamu, darimana pun asal mu, bersyukurlah atas apa yang sudah diberi dan dititipkan ke kamu dari Tuhan dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu miliki dalam hidup, dan jangan kamu bangga atas apa yang sudah kamu miliki dan fasilitas yang kamu punya, karna kapanpun Tuhan bisa ambil. Tuhan sudah memberikan hidup bagi kita semua, dan sudah tugas kita sebagai prajurit-Nya membagi kebaikan, kasih sayang, dan berkat kepada orang-orang yang ada disekitar kita. segala apapun yang sudah Tuhan berikan ke setiap kita, ada baiknya juga kita berikan ke siapapun diluar sana yang membutuhkan. Gw sebagai individu juga terus belajar, belajar, dan belajar. Hidup penuh dengan pembelajaran dan proses yang harus dan mau tidak mau kita jalanin. “Berilah maka kau akan diberi.”

2nd, gw menerima beberapa wedding invitation from my friend. Wuah, seneng nerima wedding invitation karna ikut berbahagia juga, hehe.. Oct 27th yeah, finally the day has come. The wedding of Franklin and Vivi (my roommates 8A8), "from Canada with love", and then the celebration at Sheraton hotel’s, Bandung. Gw turut merasakan betapa “rempong”nya mengurus ini itu untuk pernikahan, gw rela jadi “supir” menemani kesana kemari untuk persiapan her big day (hehe). Tapi salute dengan mereka (FV) jarak yang jauh bukan suatu kendala yang besar bagi mereka berdua hingga sampai jenjang pernikahan, komitmen dan komunikasi kuncinya. Dan mereka (FV) pun sudah mengikrarkan hidup mereka dihadapan Tuhan, wuah terharuuuuuu. Seandainya gw hadir di Catedral, mungkin semakin terharu lagi deh. But anw, happy wedding for both of you, happily ever after. And happy wedding too for my campusmates oct 28th at Bandung.

Wuah, November is coming, hihi. diawali dengan kerjaan di kantor, awal bulan yang wuah sekali, dahsyat sekali,  thanks God. Awal bulan masih berkutat dengan stock opname yang belum kunjung selesai, mencari, mencari dan mencari. All data sudah diperiksa, sampai pada akhirnya gw give up. Gw sendiri tidak tau kesalahan ada dimana, gw mengoreksi diri gw sendiri, mungkin kesalahan ada di gw. Buat gw apalah arti sebuah jabatan (manager), itu hanya sekedar judul. Gw disini hanya bisa membantu sekuat tenaga dan pikiran gw untuk proses administrasi dan produksi yang ada, semua pekerjaan pasti capek dan menguras pikiran, tapi itulah hidup yang sudah Tuhan berikan buat kita dimana itu adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang sudah Tuhan kasih. Hidup itu belajar, hidup itu proses, pembelajaran dan proses itulah yang membentuk pribadi kita, apakah menjadi pribadi yang lemah atau menjadi pribadi kuat. Andalkan Tuhan itu jauh lebih baik dari pada mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tangan Tuhan terbuka lebar untuk menolong dan membantu kita, disaat kita dalam keadaan tersulit sekalipun, asalkan kita mengandalkan Tuhan dan datang pada Tuhan. Thanks God for the problems U gave to me, make me grow, grow up with You.



The wedding of Franklin and Vivi wif my officemates @Sheraton Hotel's, Bandung. 



Editha's wedding wif my campusmates :)

Oktober 11, 2012

Happy Birthday Iron Man

Hello Ironman. Yeah, this day is your special day Bro. Mau cerita sedikit. First time I meet Him sekitar 4th lalu, saat itu memang beliau baru bergabung disalah satu team pro, sebut saja Garuda Bandung. Sebelum bergabung dengan Garuda Bandung, beliau telah bergabung dengan Satria Muda Jakarta. Yeah, first time gw melihat secara langsung permainannya and for the first time juga gw menonton langsung team professional berlaga. Atmosfer pada saat itu sangat rame bangett. Dan saat itu pula ngak ada angin ngak ada hujan gw berkenalan dengan beliau. Sebelumnya gw ketemu dengan temen2 baru yang mereka suka nonton basket juga.

Pertama kali ketemu beliau, hhmmm… secara fisik memang sangat proposional lah yah, tapi karna memang baru pertama kali ketemu dan kenal, jadi kesan gw pribadi ya biasa aja, ngak berlebihan. Basicly gw suka berteman dengan siapa aja, gw sangat welcome dengan orang2 baru yang gw temui. Akhirnya disaat berkenalan ya seperti biasanya aja ngobrol2, beliau pun sempet bertanya asal gw dari mana, kuliah or kerja, dll simple question lah. Saat itu gw tidak sendiri tapi dengan beberapa teman lainnya. Seiring berjalannya waktu, pada saat itu memang lagi musimnya IBL (Indonesian Basketball League). Dan gw memiliki banyak kesempatan untuk menonton para pebasket profesional berlaga, tapi kulia tetap jalan ya, hehe.. Memiliki kesempatan untuk menonton, gw pun secara ngak sengaja memiliki kesempatan juga untuk ketemu beliau, even just say hai after tanding n' diluar lapangan. Wow, ternyata beliau masih inget dengan gw, haha.. *siapa gw yah*.


Waktu terus berjalan terkadang masih komunikasi dengan beliau even diluar basket. Dia orang yang sangat welcome, bisa saling share, dan dia orang yang suka cerita (hal apapun), jiwa motivatornya memang udah melekat kali ye, hehe.. Gw pribadi menilai dia memang orang yang kelebihan baik (hehe) and humble. Gw merasa dia sudah seperti saudara gw sendiri, yeah He is My Brother (ngarep). Sempet lost contact dengan beliau, tapi mungkin karna pekerjaan dan kesibukannya kali ya, satu kali ketemu pun setelah sekian lama tak bertemu and lost contact, wuah ternyata dia masih inget gw. Thank you very much Bro. Flashback sedikit, mungkin hampir 2 tahun ngak ketemu, but finally we meet again, ketemu di salah satu acara wedding, for the first time and hope not the last yaa.


Bersyukur punya temen & berteman dengan orang yang kelebihan baik hatinya, rajin menabung, dan tidak sombong. Hihiiii. Now and this day is your special day Bro, I want to say, Happy Bday to You, wish You healthy, happy and success. Tetap andalkan Tuhan dalam setiap detail kehidupan lu, apapun yang lu kerjakan and jalani dalam hidup. Be Grateful and Jesus always Bless You more, more, and more. Thank You very much Den' :) Best Regard.


                                                                            Surprise :) 

Oktober 04, 2012

My Story Life #part2

Berlanjut dari cerita sebelumnya, saat gw duduk dibangku kelas 2 SMA, gw mendapat kabar dari bokap kalo bokap akan persiun percepat. Sebetulnya dari setahun sebelumnya gw dan kakak gw sempat mendengar berita itu, Cuma kala itu memang belum pasti. Mendengar kabar itu jujur dari hati terdalam, gw dan kakak tidak setuju. Gw pribadi tidak setuju salah satu alasannya karna bokap masih sangat muda untuk pensiun, saat itu telihat memang karir bokap dikerjaannya juga bagus, gw sebagai anak sangat menyayangkan apabila bokap memutuskan untuk pensiun percepat. Tidak hanya karna karir yang masih bagus, tapi gw memikirkan adik yang masih sangat kecil dan kakak gw yang sedang menjalani perkuliahan. Seiring berjalannya waktu, bokap sudah mantap untuk pensiun, gw dan kakak sebagai anak sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain berpikir apa yang bisa kami lakukan selanjutnya. Hampir setahun bokap mengikuti program pensiun percepat dari perusahaan, dimana yang gw tau program itu untuk mempersiapkan mantan karyawan nantinya untuk memasuki dunia wirausaha, semacam pembekalan lah seperti itu. Dan disaat gw kelas 3 SMA bokap pun resmi pensiun dari PT Badak (salah satu perusahaan penghasil gas) di kota Bontang, yang dimana melalui perusahaan tersebut lah kakak, gw dan adek gw bersekolah gratis. Adik gw sempat merasakan juga tapi hanya sampai di sekolah dasar kelas 3. Selama itu gw belum berpikir jauh, gw lebih konsen menjelang ujian Nasional. Bokap hanya sempat berpesan begini, papi sudah tidak bekerja, papi sudah pensiun, jadi irit-iritlah. Pengeluaran gw saat itu memang hanya untuk sekolah, tapi setelah mendengar pesan itu dari bokap, gw malah sempat berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah. Yang gw pikirkan saat itu adalah kakak gw masih berkuliah dan bokap masih sedikit membantu dalam financial sedangkan adik gw yang masih kecil, pasti masih butuh banyak biaya untuk sekolah, perjalanan dia masih panjang. Tapi entah kenapa, bokap dan nyokap sangat support gw untuk kuliah, dan akhirnya gw mendaftar di salah satu universitas di Bandung. Pada awalnya tidak terpikir untuk kuliah di Bandung. Option gw di awal adalah Surabaya, 2nd option di Jakarta, tapi entah mengapa kedua kota tersebut disaat gw mau mendaftar, pendaftaran pun sudah ditutup. Akhirnya di sekolah  membaca pengumuman kalo Maranatha Bandung masih membuka pendaftaran, dan test akan berlangsung di Balikpapan. Berawal dari coba-coba dan iseng pengen ikut test akhirnya gw daftar dengan beberapa teman gw dan mengikuti test di Balikpapan. Orang tua sangat support untuk kuliah. Walaupun dalam hati gw masih menyimpan tanda tanya besar. Disaat test pun nyokap mengantar gw ke Balikpapan, dan perlahan mulai terlihat kalo orang tua sangat-sangat mensupport gw untuk kuliah. Akhirnya gw pun merasa yakin pasti bisa. Test demi test dan menunggu hasil hampir 2 bulan, di bulan Maret hasil keluar dan gw dinyatakan lulus test dan diterima. Orang tua seneng dan gw pun merasa lega karna tinggal menunggu kelulusan SMA. Sekitar bulan Juni pengumuman kelulusan keluar, di bulan Mei disaat gempa di Jogja, kakak gw kembali ke Bontang untuk sementara waktu. Sedangkan gw prepare segala sesuatunya untuk berangkat ke Bandung di awal bulan Juni 2006. Dan di bulan Mei juga diadakan malam perpisahan bersama dengan teman2 seangkatan. Acara sangat formal mengundang orang tua, diputar video flashback perjalanan kami seangkatan dari TK-SMA. Sedih bangettt melihat videonya, sedih karna banyak kenangan manis dan pahit kami tinggalkan di kota dimana kami sebagian besar siswa dilahirkan dan dibesarkan. Dan di acara itu pula gw masuk nominasi tersupel dengan beberapa teman lainnya. Ternyata yang memilih itu adalah adik-adik kelas, wah terharu saat gw tau masuk nominasi. Kalo gw pribadi ngak penting menangnya, tapi berarti mereka melihat gw dari sisi positifnya gw, gw pastinya juga ada negatifnya gw ngak sempurna, tapi bersyukur mereka melihat gw dari gw yang positifnya. Dan mereka mencontohkan hal yang positif. Thanks adik kelas semua. Hehe. Malam perpisahan pun berakhir, dan kami seangkatan merayakan itu dengan konvoi keliling kota Bontang, walaupun ngak semua tapi itu sangat berkesan, konvoi hingga larut malam dan sempet nongkrong di lapangan basket outdoor, dengan posisi mobil parkir berderetan dan motor pun melakukan hal yang sama sampai-sampai hampir sejam nongkrong kami diusir oleh petugas patroli, akhirnya kami kabur deh, konvoi keliling Bontang, hehe. Di awal bulan Juni tanggal 5 (masih inget tanggal) gw berangkat seorang diri dari awal keberangkatan di Bandar udara PT Badak Bontang pagi hari, berlanjut ke Balikpapan dan selanjutnya Jakarta. Sebenarnya gw berangkat dengan teman berbarengan, cuma kami beda flight dan yang duluan landing di Jakarta pun gw. Untuk perjalanan dari Balikpapan ke Jakarta gw satu flight dengan kakak kelas gw. Sampai di Soekarno Hatta gw harus menunggu teman gw yang belum landing, hampir sejam menunggu akhirnya dia landing juga. Kebetulan teman gw itu dia sedikit tau soal Bandung karna kakaknya kuliah di Bandung. Dan teman gw sama-sama ketrima di Maranatha. Dan dia juga yang mencarikan gw kost, akhirnya kita dijemput oleh kakaknya dan selanjutnya langsung menuju Bandung. Perjalanan kurang lebih 2 jam ditempuh akhirnya sampai juga di Bandung, sampai di Bandung disambut dengan hujan dan dingin banget. Perubahan cuaca pun terjadi. Yang tadinya gw di Bontang panas banget eh sampai Bandung adem, dingin. Dan kita langsung menuju kost, kost nya bagus, tepat di belakang campus Maranatha. Dan itulah awal dari hidup gw untuk bisa mandiri, jauh dari orang tua, jauh dari kata “hidup enak”. Tapi sayang di kost yang baru gw hanya bertahan sebulan, selanjutnya pindah ke tempat yang lebih nyaman. Kenapa pindah ? karna di kost yang pertama, gw merasa tidak nyaman, kost bagus tapi lokasi yang tidak memungkinkan gw nantinya untuk bisa konsen dalam belajar. Karna persis dijalan besar dan sering banget mobil motor truk berlalulalang di daerah itu, saat itu kamar gw persis menghadap jalan. Akhirnya pindah kost dan dapat kost yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Soal harga saat itu memang relative murah berkisar 350rb sebulannya, kondisi kamar sudah ada tempat tidur, lemari, dan kamar mandi dalam. Walapun memang kamarnya tidak terlalu besar, terbilang kecil. Tapi gw bersyukur, berkat bantuan teman, gw bisa sampai di Bandung, kalo ngak ada dia mungkin gw udah nyasar kali yaa. Hehe. Akhirnya di pertengahan bulan Juni pengumuman kelulusan dan gw dinyatakan lulus, gw mendapat kabar baik dari bokap di pagi hari saat gw masih tidur nyenyak. Kaget, senang, ngak bisa berkata-kata, apalagi satu angkatan lulus 100 %. Wah hebat perjuangan semuanya (siswa, guru dan support orang tua).


Awal baru, babak baru, hidup baru, tantangan baru, kesempatan yang ada pun dimulai. Hidup seorang diri di kota orang, status gw sebagai mahasiswa dan rantauan. Gw beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan teman-teman baru yang segala-galanya serba baru dalam kehidupan gw. Wah new challenge nih. Tahap demi tahap memasuki dunia baru pun gw jalanin, mulai dari mengikuti ospek di campus, mulai dari situ pula gw menemukan teman-teman baru. Ospek berlangsung sekitar 3 hari. Dan setelah ospek perkuliahan pun dimulai, wah suasana baru sedang gw nikmati dan jalani sekarang, berasa mimpi saat itu, gw bisa sampai di Bandung dan berkuliah. Perkuliahan demi perkuliahan gw ikuti, semester demi semester gw jalani, di semester awal sempat kaget dengan mata kuliahnya, tapi seiring berjalannya waktu Puji Tuhan gw bisa beradaptasi. Semester 1 pun gw lewati dan lulus dengan hasil yang baik. Masuk semester 2 tantangan baru pun mulai terasa, sangat individualistis sekali, apalagi gw merasa semenjak masuk kuliah gw jauh lebih menutup diri. Tapi gw jalani apa yang harus gw jalani saat itu yang memang menjadi tanggung jawab gw. Walaupun gw cuek tapi gw tetap dengan pendirian gw sendiri. Mulai masuk semester 3 sampai 5 Puji Tuhan semua berjalan baik dan lancar, untuk mata kuliah sendiri memang sempet ada beberapa yang gw harus mengulang. Sempat memang kejadian disaat gw mau ujian gw jatuh sakit, persisnya kapan gw lupa. Tapi memang dulu jaman gw SD pun ngak tau kenapa tiap menjelang ulangan gw sering sakit, terjadi pula disaat gw menjelang ujian gw jatuh sakit. Gw pun memaksakan diri untuk ikut ujian. Belajar sebisa mungkin dengan kondisi yang badan udah lemas. Masa-masa sakit pun tetap begadang untuk belajar, alhasil badan ngedrop, dan ujian harus gw ikuti. Mau ngak mau dengan kondisi badan yang udah drop gw paksa untuk datang ujian. Masa bodoh nantinya gw kudu ngulang atau ngak, yang penting gw harus ikut ujian. Badan udah panas, muka pucat, tapi gw masih bisa bertahan dan masih kuat untuk ujian walaupun hasilnya ternyata harus mengulang. Itu lah gw terkadang memang sedikit keras kepala. Disaat gw sakit pun jarang sekali gw memberitahu ke orang tua, dan juga selama gw sakit tidak pernah sekali pun gw periksa ke dokter. Gw type orang yang tidak mau merepotkan orang lain dengan keadaan dan kondisi gw. Gw berprinsip selama gw masih bisa melakukan dan menyelesaikan sesuatu dengan sendiri, pasti akan gw lakukan dan selesaikan. Dan even gw melakukan dan menyelesaikan itu sendiri tapi gw tetap minta pertolongan Tuhan. Gw ngak mengandalkan kekuatan gw sendiri tapi mengandalkan kekuatanNya, karna gw percaya disaat gw dalam kesusahan, kesulitan, disaat gw sudah tidak bisa berbuat apa-apa, terpuruk sekalipun gw yakin dan percaya pasti Tuhan akan datang menolong kalo kita benar-benar datang pada Dia yang punya hidup. Dan itu sangat gw rasakan, kehadiran Tuhan luar biasa dalam hidup gw saat itu. Balik lagi ke jaman kuliah, di semester 3 keatas, gw mulai membuka diri, jadi banyak teman, dan punya genk kuliah. Hehe. Dan diakhir-akhir semester gw merasakan betapa berubahnya hidup gw. Kuliah tidak hanya mengajarkan gw akan topic perkuliahan yang gw ambil, tapi lebih banyak mengajarkan akan arti hidup, artinya pertemanan. Banyak pengalaman-pengalaman yang bisa gw ambil positifnya, entah dari dosen, dari teman-teman terdekat sampai dari orang yang ngak gw kenal sekalipun. Terus terang memang semenjak kuliah di awal semester gw menjadi orang yang sangat tertutup, saat itu gw berpikir bahwa ngak ada orang yang dapat gw percaya. Lebih baik urus diri gw sendiri dari pada orang lain ikut campur dengan urusan gw yang gw tidak tau asal muasal orang itu bagaimana dan latarbelakangnya seperti apa. Akhirnya perlahan gw merasa menemukan kembali jati diri gw yang sebelumnya hilang. Dulu gw orangnya ceria dan tidak tertutup, dan orang yang sangat simple dengan hidup. And finally I find my way. Dengan problem-problem yang ada dalam hidup gw, disaat itu gw mencari Tuhan. Gw lebih berbenah diri dari segala hal-hal yang menggangu hidup gw yang itu sama sekali ngak berguna buat hidup gw. Gw minta ampun sama Tuhan atas segala kesalahan-kesalahan yang gw perbuat. Gw bersyukur akan hidup gw yang complicated tapi Tuhan memberikan gw jalan untuk gw bisa berubah dan ngak complicated lagi, saat itu gw yakin akan diri gw bahwa saat gw terjatuh, saat gw down, saat gw dalam keadaan yang tidak baik kalo gw datang sama Tuhan dan minta ampun pasti Tuhan akan membuka lebar tangannya untuk mengangkat dan menolong gw. Praise God, I surrender all my life to God.

Puji Tuhan, semester demi semester bisa gw jalani dan perlahan-lahan bisa selesai. Dan di awal 2010 prepar untuk skripsi, terus terang gw ngak punya target harus selesai dan lulus kapan, apa yang gw jalani biarlah mengalir, gw yakin dan percaya satu saat nanti apa yang sudah gw jalani itu akan selesai tepat pada waktuNya. Akhirnya skripsi pun di mulai, gw berserah sama Tuhan sapa pun dosen pembimbing yang gw dapat, mudah-mudahan gw bisa klop secara pemikiran. Hehe. Puji Tuhan gw mendapat dosen yang sangat pintar, disiplin, dan sangat mensupport. Gw sangat klop dengan dosen pembimbing gw, saat itu gw cuma memiliki keyakinan dan tekad bahwa apa yang akan gw mulai (saat itu) itu akan menentukan bagaimana gw ke depannya. Gw melakukan dan menjalani semaksimal yang gw bisa. Kurang lebih 4 bulan gw disibukkan dengan skripsi, semua waktu yang gw punya (santai-santai, nonton tv, jalan-jalan, dll) gw korbankan semua itu demi skripsi. Tapi ada waktu dimana gw harus releks, refreshing biar ngak mumet, pusing dan stress. Senin sampe jumat my time just for skripsi, hari sabtu even gw masih menyentuh skripsi tapi kapasitasnya lebih sedikit beda dengan hari biasanya, at least gw baca-baca, dan kadang tiba-tiba muncul ide baru langsung gw catat, selebihnya gw menyegarkan pikiran dan body gw dengan nonton or jalan-jalan. Begitu pun di hari minggu, ngak ada yg berubah di hari minggu, tetap pergi ke gereja, tapi di hari itu gw sama sekali ngak menyentuh skripsi, jadi bener-bener memanjakan diri dengan melakukan apapun yang bisa membuat gw senang dan fresh. Menurut gw disaat kita sudah merasa lelah dengan segala tanggung jawab dan pekerjaan kita dalam hidup, ambillah waktu untuk menyegarkan pikiran dan mengisi kembali tenaga kita, banyak cara yang dapat kita lakukan mungkin dengan santai-santai dirumah tanpa memikirkan beban hidup atau pun permasalahan hidup, jalan-jalan mengunjungi obyek wisata, atau wisata kuliner, hehe. Disaat kita off dari segala rutinitas kita, artinya kita memberi kesempatan pada pikiran dan tubuh kita untuk releks. It’s important. Hal itu yang terjadi sama gw, disaat gw udah sangat “tergila-gila” dengan skripsi, ada satu waktu dimana gw merasa lelah dengan apa yang sedang gw jalanin, akhirnya gw memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia skripsi untuk merefresh kembali pikiran gw. Rehat juga tidak dalam waktu yang lama, buat gw satu hari pun sangat berharga untuk releks. So luangkan waktu deh buat diri kita sendiri (me time), jangan sampai pikiran dan body kita terkuras habis hanya karna kita ngak luangin waktu untuk istirahat. Istirahat itu sangat penting, dan kesehatan jauh lebih penting untuk merecharge kembali, istilahnya kalo mobil ngak diisi bensin, otomatis ngak bisa jalan, begitu juga kita, sebagai manusia pasti butuh istirahat untuk mengisi bahan bakar kita agar kita bisa kuat berpikir dan beraktivitas. Balik ke topic skripsi, hari demi hari waktu dihabiskan untuk skripsi, dan di bulan July 2010 tepatnya pada tanggal 24, hari yang sangat menengangkan dan penentuan buat gw, perjuangan selama kurang lebih 4 tahun hanya ditentukan 1 hari. Wuahhhh…. Rasanya pengen banget teriak sekencang mungkin saat itu, Cuma ntar dikira orang gila, hehe… seminggu menjelang sidang, gw lebih memantapkan segala sesuatunya, terlebih mental dan kesehatan gw. Karna seperti yang udah gw alami sebelumnya, tiap kali mau menghadapi ujian, suddenly gw jatuh sakit, nah untuk sidang penentuan ini gw sangat berharap kesehatan gw baik-baik saja, jadi gw lebih persiapan mental dan kesehatan gw. Hari H pun tiba, give the best hanya itu yang bisa gw berikan, dan yang pasti gw banyak berdoa dan berserah semuanya sama Tuhan. Gw percaya, apa yang udah kita usahakan yang terbaik dalam hidup, Tuhan akan berikan jalan yang terbaik pula, even mungkin nanti resultnya ngak sesuai dengan keinginan or target kita, yakinlah bahwa semua rencana Tuhan itu jauh lebih dahsyat, jauh lebih indah dibanding rencana manusia. Saat itu gw hanya bisa melakukan bagian gw, selebihnya gw berserah sama Tuhan. Saat itu gw mengikuti 3 sidang dengan dosen yang berbeda, harusnya 4, tapi gw sudah melakukan sidang terlebih dulu dengan dosen pembimbing, jadi di hari H itu gw hanya menjalani 3 sidang. Sidang pertama di pagi hari mata kuliah Financial Management, wow jujur, mata kuliah ini yang gw paling tidak suka, hehe… tapi untungnya tidak sampai mendalam untuk mempelajari, karna itu bukan pilihan pokok gw. Dan sidang kedua adalah Marketing Management dimana itu adalah konsentarsi gw, sekitar se-jam lebih gw di sidang, wah itu rasanya udah seperti gado-gado, but finally bisa gw lewati. Dan sidang terakhir adalah SDM, dan saat itu mungkin pikiran gw udah kemana-mana, rasanya udah pengen nangis karna susah banget untuk menjawab. Konsen gw menurun setelah sidang yang ke 2 selesai, dalam hati gw berdoa, Tuhan kuatkan saya, saya pasti bisa dan yakin bisa lewatin ini semua. Akhirnya gw menenangkan diri sejenak di depan dosen penyidang, ngak berapa lama akhirnya gw bisa jawab even butuh waktu dan dipancing-pancing juga sih sama dosen penyidangnya, hehe… PRAISE GOD, 3 sidang hari itu sudah gw lewati, tinggal menunggu result apakah gw lulus or no. sore pun tiba, kami peserta sidang semua berkumpul untuk mengikuti yudisium, wah deg-degan luar binasa, haha. Finally, nama gw pun dipanggil, sekre kajur pun memanggil nama gw dan menyatakan gw lulusan dengan predikat A. wuahhhhhhhhhhhhhhhhh lega luar biasa dan langsung lemes, PRAISE THE LORD, PRAISE THE LORD, PRAISE THE LORD. Perjuangan yang luar biasa selama kurang lebih 4 tahun terbayar sudah. Banyak yang gw korbankan sepanjang gw kuliah, mungkin banyak temen-temen gw kuliah sambil kerja, partime, dll. tapi lain hal dengan gw, gw hanya menghabiskan waktu dengan kuliah, kuliah, dan kuliah. Keinginan gw hanya satu, orang tua udah mempercayakan gw untuk menimba ilmu jauh ke kota orang yang sama sekali ngak ada sanak saudara, orang tua udah membiayai semua keperluan gw dari awal daftar sampai akhir menyelesaikan kuliah. Saat itu bokap gw udah pensiun dari salah satu perusahaan swasta yang ada di Bontang, pensiun terlalu dini dan memaksakan gw untuk irit-irit dalam pengeluaran. Dan gw punya tanggung jawab yang besar, bahwa disaat orang tua udah mempercayakan semua-semuanya ke gw, gw harus jaga itu baik-baik, gw ngak ingin buat orang tua gw menyesal untuk kedua kali, karna sebelumnya terjadi pada kakak gw yang putus kuliah. Banyak biaya yang orang tua keluarkan untuk gw kuliah, sebenarnya ada keinginan dari gw pribadi kalo better gw partime, tapi lagi-lagi saking keras kepalanya gw, gw kekeuh untuk tetap kuliah dan tidak mengambil partime, yang gw yakinin adalah, suatu saat nanti jika gw sudah menyelesaikan kuliah, yakin dan percaya Tuhan akan memberikan gw sesuatu hal yang jauh lebih indah, dahsyat, dan luar biasa di lain tempat. Gw mengamini dan mengimani segala hal positif dalam hidup, planning tiap kita pasti banyak, kalo di list bisa berlembar-lembar, kita sebagai individu hanya bisa merencanakan sesuatu, tapi nantinya semua itu akan balik lagi ke Tuhan yang punya hidup. Kita ngak akan pernah tau apakah list yang udah kita buat itu secepatnya dijawab sama Tuhan or ngak. ya kalo gw pribadi hanya bisa menjalani apa yang seharusnya gw jalani dan sudah menjadi tugas hidup gw. Menjani dengan tidak bersungut-sungut, menjalani hidup dengan sebaik mungkin, berpikir positif, berdoa, dan yang terakhir berserah semua sama Tuhan.

Seiring berjalannya waktu, Puji Tuhan tidak begitu lama bagi gw untuk mendapat pekerjaan. Seminggu setelah wisuda gw mendapat telepon dari salah satu perusahaan yang ada di Bandung. Disaat gw lagi santai-santai di kost, tiba-tiba HP berbunyi, tadinya ngak mau gw angkat karna nomer asing, tapi setelah di check, nomor yang tampil dilayar HP bukan nomor HP melainkan nomor telepon rumah or kantor. Pada akhirnya gw mengangkat telepon tersebut, dan kaget karna gw diharapkan hadir pada saat interview. Yang gw pikir saat itu adalah, gw sama sekali tidak apply ke perusahaan manapun yang ada di Bandung. Sebelumnya gw hanya mengikuti test pekerjaan dari kampus dan tidak ada satu pun panggilan dari perusahaan yang dimana gw mengikuti test di kampus. Pada saat di telepon, gw pun menanyakan kebenaran dan kejelasannya, dan pada akhirnya mengiyakan untuk hadir. First time gw ikut yang beginian, hehe.. dan  gw pun mengikuti test dan interview. Basicnya gw tidak tau ini perusahaan apa, gw pun menanyakan ke teman yang test di hari yang sama dengan gw, ternyata ini perusahaan kemasan (Jewellery). Wuah kaget, karna ngak pernah menyangka sebelumnya. Saat test pun, ternyata berbarengan juga dengan teman kampus. Gw mengikuti setiap proses yang ada, mulai dari test dan interview. Perjalanan pun berasa cepat banget, panggilan kedua, gw langsung ngobrol dengan atasan. Kaget!! karna tampak luar, kenapa atasan berpakaian sangat santaii. Yang gw tau, namanya bos itu kalo bekerja pakaiannya sangat formal, kemeja, jas, sepatu. Sedangkan pada saat itu yang menginterview gw, berpakaian yang sangat santai. Kaos, celana pendek, sandal. That’s it. Woww!! Ya terlepas dari itu, finally gw diterima bekerja. Dalam waktu yang terbilang sangat cepat, ngak ada persiapan lebih dari gw pribadi, mental udah yakin siap. Apapun yang akan gw kerjaan nanti mudah-mudahan itu berguna untuk orang-orang disekitar gw. Tempat kerja yang sangat jauh dari kost gw mengharuskan gw untuk pindah, akhirnya gw meminta dispensasi dari kantor untuk pindahan kost. Puji Tuhan gw dikasih kesempatan untuk pindahan, Puji Tuhan juga gw mendapat kost yang tidak terlalu jauh dari kantor, even harus bangun pagi-pagi untuk bisa on time, karna saat itu gw masih menggunakan angkutan umum (angkot). yeah, first time kerja. Awal-awal masih bingung dengan pekerjaannya sebagai admin, kebanyakan diam, lebih banyak ngantuknya. Hehe.. tapi seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan jadi terbiasa. Bisa karna terbiasa, terbiasa karna bisa. Gw merintis dari nol, dari yang sama sekali ngak tau dunia kerja seperti apa nyatanya, gw hanya banyak mendengar dari teman-teman gw yang sudah lebih dulu bekerja. Segala sesuatu yang kita mulai kalau diawal kita udah merasa tidak nyaman dengan kerjaan, ke belakang nantinya kita pun akan tidak nyaman dalam bekerja. Puji Tuhan, kalo pun diawal masih rada ngak jelas dengan pekerjaan secara job desk, tapi gw merasa nyaman dengan suasana yang ada. Banyak yang bantu dan mengajarkan gw akan job desk yang seharusnya. Waktu pun terus berjalan, banyak hal terjadi dalam pekerjaan, tapi apapun yang gw hadapi, gw berusaha untuk menghadapi itu dengan hati yang terbuka dan kesabaran. Sekitar bulan July 2011 gw mendapatkan inventaris dari perusahaan berupa motor. Pada saat itu gw merasa, gw belum memberikan kontribusi yang lebih buat perusahaan, tapi kenapa gw mendapatkan itu ?? menjadi pertanyaan besar buat gw saat itu. Karyawan baru, belum setahun tapi udah dapat inventaris. Apa kata dunia, hehe. Saat itu gw berpikir apa memang hanya gw saja yang mendapatkan inventaris ?? setelah gw telusuri, tidak hanya gw saja yang mendapatkan itu, gw pun sedikit lega. Berpikir positifnya ya mungkin memang my lucky saat itu, tapi kalo liat ke hal lain, pasti akan banyak yang bertanya-tanya. Buat gw itu suatu kepercayaan yang perusahaan berikan, inventaris itu ngak sekedar hanya inventaris, tapi buat gw suatu tanggung jawab yang harus di jaga sebaik-baiknya. Sekitar 4 bulan kemudian, gw diangkat sebagai supervisor. Wuah, new job, new challenge, and also new responsibility. Banyak hal yang harus dibenahi, terlebih dalam diri gw pribadi. Gw type orang yang ngak suka dengan yang namanya “ribet”. Memang terkadang hal yang simple ngak semua resultnya bagus, tapi kenapa ngak kalo memang ada hal yang lebih simple dan memang bener-bener ngak bikin ribet. Tapi jangan juga meribetkan hal yang seharusnya ngak ribet. Nah loh bingung kan, haha. Dan sekitar 8 bulan kemudian, berubah lagi status/jabatan gw di pabrik. Hhmmm… tebak-tebak berhadiah. Buat gw tanggung jawab gw sekarang semakin besar, wuah… kepercayaan yang perusahaan berikan ke gw juga semakin besar. Thank for the chance, kesempatan akan selalu datang, tapi kita ngak akan tau waktunya kapan. Saat ini gw hanya menjalani apa yang memang menjadi tanggung jawab gw, ngak gampang mengurus orang lain dalam suatu pekerjaan. Gw pun merasa ngak mudah untuk mengurus diri. Tapi gw percaya, disaat kita diberikan tanggung jawab or kepercayaan oleh orang lain, itu tandanya masih banyak orang yang care dan mempercayakan ke kita. Buat gw, apalah arti jabatan/kedudukan seseorang, itu hanya sekedar judul tapi nyatanya kita semua itu bekerja dalam satu team yang ngak akan terlepaskan. Hanya pekerjaan yang berbeda tapi tanggung jawab tetap sama dan sesuai porsinya. Thanks God for giving me a chance, kesempatan akan selalu ada dalam kehidupan setiap orang terlebih gw, tapi kesempatan yang kita dapat belum tentu terulang kembali. Untuk mencapai segala sesuatu yang kita pengen pasti ada prosesnya, tinggal bagaimana kita pribadi bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa mencapainya. Yang terpenting adalah, berusaha semaksimal yang kita bisa berikan, berdoa, dan sisanya serahkan semua sama Tuhan. Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya. Bersyukur dengan apapun yang sudah bisa kita capai dan miliki dalam hidup. Manusia ngak akan pernah puas, pasti selalu ingin mencoba hal-hal baru. Bersyukurlah dengan segala apapun yang sudah Tuhan berikan untuk kehidupan kita, kapanpun Tuhan bisa ambil itu, so buat hidup kita senyaman mungkin, sebaik mungkin, hidup kita bukan orang lain yang tentuin, tapi diri kita sendiri yang tentuin, mau seperti apa dan bagaimana nantinya. Selebihnya Tuhan yang akan bekerja dalam setiap detail kehidupan kita. 

Agustus 08, 2012

My Story Life #part1

Bontang, di tahun 1988 tepatnya di bulan maret tanggal 15 lahir seorang anak perempuan di rumah sakit PT Badak NGL. Anak kedua dari Hendrik Tangka dan Anni Wuisan dan diberi nama Dona Ervina Jenita Tangka. Sebenarnya gw ngak tau apa arti nama itu, tapi kalo untuk nama tengah “Ervina” itu samaan sama kakak gw yang nama tengahnya hampir sama yaitu “Ervin”. kalo “Jenita” itu nama singkat dari kedua orang tua gw. Jadi gabungan dari nama orang tua gw. Untuk nama Dona sendiri gw ngak tau ya berawal dari mana, apa karna dulu Madonna terkenal kali ya, hahaha.

Gw dilahirkan di keluarga yang Puji Tuhan berkecukupan, even hanya bokap yang bekerja, tapi karna nyokap pintar banget masak jadi terkadang nyokap nerima orderan kue (kue pengantin, blackforest, kue kering, dll). dulu juga nyokap sempet bisnis fashion di rumah. Jual baju, tas, dll. tapi itu ngak berlangsung lama, Cuma bertahan kurang lebih 2 tahun. Seiring berjalannya waktu, orang tua mendidik dan membesarkan kami (kakak n'gw). Semasa gw kecil, gw terbilang cukup manja, hehe.. *wajar* sering banget berantem sama kakak, kakak orang yang pendiam, tapi sekalinya memberontak wah luar binasa ngerinya. Akhirnya di tahun 1991 (lupa-lupa inget) gw masuk playgroup, wah excited. Seneng riang gembira banget saat itu masuk sekolah playgroup, yang gw paling inget banget, 1 kelas itu yang ulang tahunnya sama ada beberapa orang, salah satunya gw dengan teman gw. Tanggalnya sama 15 maret, dan gw sering merayakan ulang tahun kecil-kecilan di sekolah, dan mulai playgroup juga ulang tahun gw sering dirayain dirumah. Seneng banget dapat banyak kado dan angpao dari teman-teman dan sanak saudara. Kalo sedikit flashback dan denger-denger cerita masa kecil dari keluarga dan saudara, gw jadi lucu dan ketawa-ketawa sendiri karna memang dulu gw terbilang anak yang cengeng dan gampang ngelapor ke bokap. Haha… polisi kaleee. Gw juga dulu paling ngak suka yang namanya minum susu, paling susah kalo minum susu, kalo pun minum, minum susu yang memang gw suka, ngak boleh yang lain. Kadang juga pergi sekolah kalo masuk siang suka telat dan dimarahin nyokap karna suka lama, kadang nangis dulu, kalo minum susu juga lama banget dan bahkan malah suka ketiduran sendiri dilantai or di sofa. Haha, hal yang sangat konyol dan lucu. Masa kecil yang menggemaskan deh. Oia dulu jaman playgroup kalo sekolah suka dijemput sama mobil, jadi ngak dianter sama bokap or nyokap jadi udah ada jemputan sendiri. Kadang di mobil suka berdesak-desakan sama anak-anak yang lain, kadang suka pamer-pameran tas or barang-barang lainnya apalagi kalo abis pada liburan semua serba baru. Jadi kadang suka ada yang iri dan ikut-ikutan beli, ngak mau kalah sama yang lain. Haha. Playgroup gw di Bontang, namanya Bethlehem, sekarang ngak tau masih ada apa ngak.

Tahun 1992-1993 ngak kerasa gw masuk TK, gw masuk disalah satu sekolah TK swasta di Bontang, sekolah yang terdapat di kawasan/ kompleks PT Badak NGL. Kenapa masuk di sekolah itu karna memang bokap bekerja di perusahaan yang dimana perusahaan tersebut memiliki sekolah khusus anak karyawan (pada saat itu). 2 tahun TK temen-temen gw pun saat itu memang sebagian besar temen-temen waktu di playgroup, di Bontang memang lingkupnya tidak begitu luas seperti di kota besar, jadi lingkungannya ngak jauh-jauh, orang-orangnya pun sama. TK 2 tahun, TK A dan TK B. jaman TK juga lucu-lucu banget semua, dulu penampilan gw menggemaskan, kecil, gendut, putih, muka bulat, rambut udah macam dora the explorer, haha.. sama seperti jaman playgroup jaman TK pun kalo ulang tahun selalu dirayakan dirumah, undang teman sekolah sama sekitar rumah dan keluarga besar. Lagi-lagi banyak kado, haha. Udah seperti menjadi tradisi kalo gw ulang tahun pasti tiap kali buka kado saking terlalu senangnya jadi ngak boleh ada yang buka selain gw, di kamar penuh dengan kado-kado yang gw buka sendiri. Terkadang minta bantuan bokap nyokap or kakak sih. Oia jadi inget, jaman dulu, gw lah yang paling sering merayakan ulang tahun dibanding kakak gw. Kasian sih sebenarnya cuma ya mungkin karna gw anak perempuan satu-satunya jadi kata “manja” udah ngak asing lagi deh, tapi kalo kakak gw memang jarang sih untuk dirayakan, karna nanggung, kakak gw ulang tahun momentnya sehari menjelang Christmas, so seringnya disatuin pas natal, jadi kalo natal dirumah banyak makanan karna sekalian merayakan ulang tahun kakak. TK yang menyenangkan buat gw karna memang gw sangat enjoy dimasa-masa kecil gw.

Sekitar tahun 1993-1994 akhirnya gw memakai seragam merah putih, finally gw udah masuk sekolah dasar. Masuk SD pun kebiasaan-kebiasaan lawas gw ngak hilang. Males minum susu, suka tidur, males belajar, manja, alhasil gw sering banget masuk daftar les di sekolah karna memang nilai pelajaran gw menurun, apalagi gw ikut ekstra kulikuler (marching band, pramuka, badminton, dll). sejak kecil memang gw anak yang ngak bisa diam, gw suka banget berhubungan dengan yang namanya olahraga. Di waktu SD memang seringnya badminton, dan paling semangat kalo udah mata pelajarannya olahraga. Entah itu maen basket, kasti, atletik, dll. semenjak SD tiap kali gw ulang tahun pun tetap selalu dirayain even kecil-kecilan hanya keluarga dan saudara terdekat. Seneng pasti karna dapat kado dan angpao, hehe. Dan dulu juga kalo liburan sekolah sering liburan ke Manado, sampe SD kelas 4 liburan memang selalu ke Manado. Tapi saat gw kelas 5 diajak sama kakak sepupu nyokap liburan ke Jakarta, Bogor dan Malang. Wah excited banget pengen pergi, akhirnya pergi juga dan for the first time gw menginjakkan kaki di ibukota, pada saat itu memang mungkin gw ngak terlalu mengerti cuma selalu terdengar kalo Jakarta itu kota yang sangat bagus dan banyak gedung-gedung tinggi. Sebelum liburan lama di Jakarta gw bersama nyokap dan saudara lainnya pergi ke Bogor, seminggu di Bogor gw jadi betah dan bersama rombongan lainnya kita holiday ke Malang dengan menggunakan bus yang di sewa khusus untuk keluarga. Tujuan kita ke Malang sebenarnya ngak cuma untuk holiday, tapi karna ada acara wedding saudara disana. Dan first time pula gw menginjakkan kaki di Bogor dan selanjutnya Malang. Bogor dan Malang kotanya dingin, tapi menurut gw Malang yang lebih dingin. Sepanjang perjalanan menuju Malang kita melewati banyak kota salah satunya Bandung. Wah gw ke Bandung cuma numpang lewat aja, hehe. Kota-kota di Jawa Tengah pun kita lewati. Oia, selesai acara dan holiday di Malang kami rombongan mampir ke Borobudur, wah first time pula gw kesana. Ternyata cape juga ya menaiki tangga yang banyak itu, ngak kebayang orang-orang yang kerja di tempat itu sudah berapa kali bolak balik kali yaa. Balik lagi ke jaman sekolah (SD) saat gw kelas 6 saat dimana gw bersiap-siap untuk kelulusan, jadi belajar lebih ditingkatkan dari sebelumnya, terus terang gw paling males dengan yang namanya belajar. Hihi. tapi Puji Tuhan sepanjang kelas 1-6 gw naik kelas terus walaupun mungkin nilai juga pas-pasan, tapi gw sangat bersyukur, karna masih sama-sama dengan teman seangkatan tanpa harus tinggal kelas, memang pasti malu kalo yang namanya tinggal kelas, tapi thanks God disaat dulu segala sesuatunya lancar dan orang tua pun bahagia. Di kelas 6 saat-saat terberat gw kali ya, takut, grogi, semua rasa campur aduk. Orang tua hanya bisa kasih support doa dan sebisa mungkin belajar bareng gw dan gw pun berusaha semaksimal yang gw bisa, ikut les dan belajar sama teman. Hari H nya pun tiba hari dimana semua siswa SD kelas 6 seluruh kota Bontang mengikuti ujian kelulusan, gw lupa berlangsung berapa hari. Puji Tuhan segala sesuatu yang udah gw persiapkan matang-matang akhirnya membuahkan hasil dan gw dinyatakan lulus SD. Sekitar tahun 2000 gw lulus SD, wah luar biasa deh, gw merasa bebas, tapi tugas gw belum selesai, perjalanan pun masih panjang. Say thanks buat semua guru di SD Vidatra Bontang atas dedikasi dan kesabaran semuanya dalam membantu saya khususnya dan teman-teman seangkatan umumnya untuk bisa belajar dan lulus dengan hasil yang baik.

Tahun 2000-2001 wah tahun dimana gw masuk SMP, wah ngak terasa menjadi anak remaja, hehe. Gw masuk di sekolah yang sama yaitu Vidatra. Memang di Vidatra dari TK-SD-SMP-SMA judulnya sama VIDATRA. Masa-masa gw SMP adalah masa yang sangat menyenangkan, masa dimana masih senengnya maen sama teman-teman, melakukan hal-hal gokil dan ekstrim. Masa SMP pun masa dimana gw memulai segala sesuatunya dari nol. Mungkin dulunya gw manja, tapi disaat beranjak remaja, gw merasa lebih dewasa dalam bertindak. Gw beruntung kalo hidup gw semasa SMP dulu tidak dikekang orang tua. Beberapa teman baik gw, orang tua mereka tidak begitu dengan gampangnya memberi kebebasan, sedangkan gw, orang tua gw sangat memberi gw kebebasan, asal gw bisa jaga diri dan tau mana hal baik dan mana hal buruk. Thanks God buat papi mami yang kau berikan. Oia bersyukur juga disaat gw SMP gw dikasih adik, hehe. Adik gw lahir ditahun 2001, wah muda banget ya berarti, hehe. Adik gw lahir di bulan Februari 2001 2 hari menjelang hari valentine. Nama adik gw keren banget deh, Sheren Hillary Jenifer Tangka. Nama yang bagus dan cantik mudah-mudahan sesuai dengan kepribadian nya kelak nanti. Jadi anak yang takut akan Tuhan, anak yang baik dan berbakti sama orang tua terlebih cantik. Hihi. Lanjut cerita SMP, masuk SMP pula gw bergabung team basket sekolah. Awalnya bener-bener buta banget soal basket, maen asal-asalan tanpa ingin tau ini apa itu apa, tapi seiring berjalan waktu, gw menemukan passion gw di basket. Berlatih keras, mulai berlatih drible, shoot, lay up, dan yang paling utama adalah fisik. Dari basket gw menemukan banyak hal yang positif, salah satunya adalah soal kedisiplinan. Yang gw tau atlit itu hidupnya ngak jauh-jauh dari kata disiplin. Nah pada saat itu gw juga ngak berfikir untuk jadi atlit, hanya sebatas ekstra kulikuler, tapi lama-kelamaan gw jadi betah di basket, dan sempat terlintas untuk sekolah basket (my hope). Dulu sebenarnya ngak Cuma basket, gw ikut ngeband (vocalist) dan sempat mendaftar volley n’ badminton. Tapi dikedua olahraga itu gw malah ngak pernah hadir untuk practice yang ada hampir tiap hari gw latihan basket. Memang perlahan terlihat bahwa passion gw di basket, so gw berlatih keras, ngak pernah kenal lelah untuk berlatih, ok lah gw akui secara fisik memang gw bukan pemain basket yang ideal (tinggi badan), tapi pikiran gw saat itu adalah, gimana caranya gw bisa memaksimalkan apa yang gw punya dan bisa untuk basket. Waktu yang gw punya gw pakai untuk istirahat, sekolah dan basket, every day. Alhasil first time gw ikut kejuaraan se kota Bontang, even kalah tapi itu menjadi modal gw untuk lebih baik lagi. Dan menjadi suatu pelajaran berharga buat gw untuk mengembangkan apa yang gw bisa di basket. Berjalannya waktu, event demi event diikuti bersama dengan team sekolah, dan for the first time gw berserta satu team membawa nama baik sekolah, kami juara 1 se kota Bontang. Buat gw saat itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Practice every day membuahkan hasil yang wow. Dan kali pertama gw mendapat gelar pemain terbaik, memang pada saaat itu dipilih beberapa pemain terbaik untuk disaring dan kemudian mengikuti PORDA dan POPDA. Tidak pernah satu pun terlintas dalam benak gw kalo gw bakal terpilih, wow luar biasa, thanks God. Saat itu memang bukan cuma siswa SMP saja yang terpilih tapi dari SMA pun terpilih pemain-pemain terbaik. Kejuaraan pertama adalah PORDA, Cuma pada saat itu gw belum cukup umur, jadi untuk PORDA memang siswa SMA yang terpilih. Tetapi event berikutnya adalah POPDA, gw berlatih keras, saingan banyak rata-rata senior semua yang udah malang melintang di basket, tapi dengan kegigihan dan berlatih keras tiap harinya, dan gw pun terpilih dari hampir 30 orang yang seleksi, gw terpilih di 10 besar, dan ada 2 cadangan. Puji Tuhan, gw merasa apa yang sudah gw lakukan tidak sia-sia, gw percaya bahwa apa yang sudah kita lakukan dengan segenap hati, resultnya pun akan terlihat dan itu ngak akan sia-sia. Disaat gw POPDA gw duduk dibangku SMP kelas 3, dimana saat itu memang sedang persiapan untuk mengahadapi Ujian Nasional, hampir tidak bisa ikut, tapi akhirnya bisa juga karna memang penyelenggaraan POPDA itu diawal-awal gw kelas 3 jadi masih ada banyak waktu. Gw bersyukur masih bisa menyeimbangkan antara sekolah dan basket dan Puji Tuhan 22nya berjalan baik dan lancar. Dulu memang gw akui gw sangat tergila-gila dengan basket tapi gw masih bisa handle sekolah dan basket. Orang tua pun amat sangat mendukung dengan apa yang gw lakukan, dan mereka ngak pernah ngomel. Seperti yang tadi sempat gw bahas sedikit, memang orang tua gw bukan tipe orang tua yang melarang-larang, mengekang-ngekang anaknya dan itu memang sudah terbukti sampai sekarang ini disaat gw jauh terpisah dari orang tua. Ujian Nasional pun sudah di depan mata, persiapan demi persiapan gw lakukan, ikut bimbel, belajar sama teman, dan juga untuk soal basket gw kesampingkan dulu, tapi tetap sih sering latihan kecil-kecil, hehe. Dan di tahun 2003 pun mengikuti ujian dan optimis pasti bisa lulus, and Praise God gw lulus dengan nilai yang sangat baik, lagi-lagi gw sangat bersyukur dengan segala apapun yang sudah Tuhan kasih buat hidup gw. Mungkin dulunya nakal, manja, ngak penurut, tapi seiring berjalannya waktu kedewasaan dan rasa tanggung jawab pun muncul dengan sendirinya. Dan mulai berpikir apa gw tetap stay di sekolah yang sama atau pindah ke sekolah lain diluar kota. Butuh waktu untuk gw berpikir akan hal itu, karna ngak cuma untuk gw pribadi saja, tapi masih ada orang tua yang jauh lebih penting daripada urusan pribadi gw sendiri. Gw saat itu berencana pindah sekolah disalah satu sekolah swasta di Jogja, formulir pun sudah ditangan, tinggal diisi dan tinggal persetujuan orang tua. setelah ngobrol-ngobrol dengan orang tua, hasil obrolan pun seperti tidak jadi, sebenarnya bokap bukannya ngak setuju, Cuma berpikir lagi akan hal-hal lainnya, setelah gw berpikir matang-matang, gw nyatakan untuk tetap stay di Bontang dan melanjutkan sekolah di SMA Vidatra. Banyak kenangan terjadi sepanjang SMP, mulai dari sekolah, basket, hubungan pertemanan.






SMA YPVDP (VIDATRA, Bontang)





ini lorong di sekolah saat SMA, banyak sejarahnya sepertinya :d


Setelah berjuang untuk bisa lulus SMP dengan segala perjuangan dan pengorbanan, finally lulus. Dan setelah berpikir panjang akan dilanjutkan kemana nantinya dan pilihan pun tetap stay di Bontang, Puji Tuhan udah masuk SMA, new challenge, new spirit. Mengurus segala keperluan untuk masuk tahun ajaran baru dan guru-guru yang baru pula. Untuk teman-teman, so far ngak ada yang baru sih, kecuali yang dapat bea siswa, karena memang yang masuk disitu sebagian besar anak karyawan. Sekolah baru, even Cuma geser kesebalah, lingkungan baru, kelas yang berbeda, pelajaran yang berbeda makin banyak dan terbilang sukar. Dan untuk ekstra kulikuler gw tetap memilih basket, tanpa disuruh pun gw tetap di basket, karna memang saat itu yang ada dalam benak gw adalah Cuma untuk sekolah dan basket. Lagi-lagi awal masuk SMA gw udah prepare untuk kejuaraan, gw merasa team semakin solid karna senior juga masih turut serta. Persiapan demi persiapan untuk banyak event didepan. Gw lupa event apa saja kala itu, yang gw ingat hanya event hexos di Samarinda, kami udah sangat siap, tetapi kesempatan untuk menang tidak berpihak sama kita. Tapi buat gw pribadi itu modal yang bagus untuk selanjutnya gw bisa jauh lebih baik lagi. Kejuaran lain pun menanti, senior udah ngak berpartisipasi karna mereka prepare ujian. Team pun dipersiapkan, saat itu memang sebenarnya team kurang orang, karna beberapa tidak ikut, akhirnya seadanya orang yang maen, sekitar 10 orang. Kita punya tekad satu team even hanya seadanya orang yang bisa main, pasti kita bisa bawa nama baik sekolah dan bisa menang. Banyak dukungan dari teman-teman dan guru. Persiapan sangat singkat kejuaraan pun didepan mata, dengan semangat dan keyakinan kita bisa, finally hampir seminggu pertandingan berjalan kita masuk di final melawan YPK (salah satu sekolah yang dikenal juga di Bontang). Memang dari dulu basket Bontang, kalo ketemu di final ngak jauh-jauh dari anak Vidatra vs YPK. Pertandingan pun sangat menegangkan, gw sebagai yang dipercaya memimpin team saat itu Cuma bisa lakukan yang terbaik yang gw bisa untuk team dan sekolah. Kasih semangat ke teman-teman satu team, lebih mengontrol diri agar ngak egois. Puji Tuhan dengan kerja keras team kami berhasil menjadi pemenang juara 1. Ngak Cuma sampai disitu event lain pun menanti, gw masuk dalam team kota Bontang untuk mengikuti POPDA yang diadakan di kota Bontang. Persiapan untuk POPDA sendiri amat sangat panjang dan melelahkan, every day practice menjelang hari H pun latihan sehari bisa 2x. pengorbanan team untuk mencapai target memang luar biasa, event pun berlangsung, first time team Bontang melawan team Tarakan, tapi apa daya kami kalah dipertandingan itu. Kesempatan pasti selalu ada, dan dipertandingan lain melawan team Berau (kalo ngak salah) saat itu team Bontang yang memenangkan. Dan masih ada satu kali pertandingan lagi yang menjadi puncaknya, apakah kami lolos atau tidak. Pertandingan terakhir kami melawan team Sangata. Dimana mereka merupakan team yang sangat kuat dan solid. Kami singkirkan jauh-jauh rasa tidak optimis dan kami bertanding all out, habis-habisan, semaksimal yang kami bisa, kami pun saat itu bermain tidak jelek, sangat bagus, point demi point pun saling kejar mengejar. Sampai-sampai pemain andalan kami satu persatu foul out. Tersisa yang ada, gw saat itu sebagai playmaker harus membuat suasana tetap seperti awal, jangan sampai teman lainnya jadi down, kondisinya saat itu untung banget gw belum foul sama sekali, dengan perjuangan bersama point pun masih kejar-kejaran paling tidak point kami tidak jauh dengan lawan. Dan akhirnya quarter habis, team kami kalah dengan point beda tipis Cuma 1 bola. Oh God…. Kami semua satu team merasa bersalah dan sangat kecewa dengan kekalahan itu. Kalo gw pribadi, gw udah kasih semaksimal tenaga dan kekuatan gw untuk team, kami udah bermain bagus, tapi lawan mungkin jauh lebih beruntung dari kami. Mungkin memang bukan waktunya kami untuk menang melawan team Sangata yang dari dulu memang paling ditakuti. Pupus lah sudah harapan kami dari team putri Bontang untuk menyumbangkan medali, satu-satunya harapan kami dari cabang bola basket adalah team putra. Team putra basket Bontang masuk semifinal dan mereka melawan team Samarinda. Team putra lah satu-satunya andalan kami untuk bisa menyumbangkan medali untuk kota Bontang. Mereka (team putra) berjuang habis-habisan melawan team Samarinda. Dengan seluruh kekuatan mereka, mereka berjuang untuk menang. Finally, thanks God team putra pun bisa menang di posisi ketiga. Bukan suatu hal yang mengecewakan untuk team putra, karna memang mereka udah memberikan yang terbaik. Suatu pencapaian yang luar biasa untuk basket Bontang. Selama kelas 1 hingga kelas 2 gw sangat terfokus dengan basket basket dan basket. Tapi sekolah tetap berjalan, Puji Tuhan lancar masih bisa control pelajaran. Puncaknya adalah saat gw naik kelas 3, awal-awal kelas 3 ada event tahunan yang akan berlangsung diadakan oleh YPK. Bimbang saat itu karna team sekolah harus ikut sedangkan kami kebanyakan adalah anak-anak kelas 3 yang mulai prepare buat ujian dan konsen ke pelajaran. Tapi untung kami mendapat support dari sekolah, orang tua dan teman-teman, dan beberapa dari kami yang kelas 3 masih turun tangan di basket, dan memang persiapan untuk pertandingan itu pun sangat mepet dan mendadak. Feeling gw dari awal kalo team kita susah untuk mendapat juara 1 karna memang sebelumnya team kita selalu langganan juara 1. Alhasil memang kita ngak menjadi juara satu, selama gw memimpin team di sekolah for the first time team sekolah gw juara 3. Wah prestasi yang diluar dugaan, prestasi memang agak merosot saat itu, karna memang latihan kurang dan orang pun seadanya. Kami yang senior-senior juga berusaha kasih yang terbaik, padahal sebelumnya hampir saja tidak diijinkan bermain. Tapi itu lah game, menurut gw team yang siap dan solid lah yang bisa menang. Saat itu karna kami latihan amat sangat kurang. Dan itu lah game terakhir gw bersama dengan team Vidatra. Selanjutnya gw dan temen-temen seangkatan yang basket lebih focus ke pelajaran dan menjelang ujian akhir nasional nanti. Game terakhir kami, dipersembahkan buat sekolah tercinta, mungkin kami ngak bisa kasih lebih ke sekolah selain prestasi kami di basket, itu lah yang bisa kami kasih untuk sekolah dan nama baik sekolah. Berlanjut di kelas 3 SMA, gw amat sangat konsen ke pelajaran, bimbel pun salah satu cara, awal-awal memang masih belajar dengan guru-guru di sekolah, dan sekitar 2/3 bulan menjelang ujian kami dapat bimbingan belajar dari sekolah oleh para tentor yang udah disediakan sekolah untuk kami para siswa/i. disaat seperti itu gw makin dekat sama Tuhan, gw flashback lagi, mungkin sejauh yang udah gw jalanin dna lakukan dalam hidup, semua yang terjadi baik buruknya itu udah seijin Tuhan. Saat itu bisa dibilang gw sukses di basket, dan sekarang gw berpikir lagi untuk focus ke hal lain, dan saat itu lah gw lebih focus ke sekolah untuk kelulusan. Waktu ngak mungkin bisa datang lagi, penyesalan selalu datang diakhir dan ini saatnya gw bisa membuktikan bahwa gw bisa sukses juga di sekolah dalam pelajaran yang memang berhubungan dengan pendidikan. Every day hanya belajar belajar dan belajar. Disamping itu juga selalu kepikiran dimana nantinya gw akan kuliah, tapi Puji Tuhan gw sudah terdaftar di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, so gw lebih focus ke ujian. Perjuangan gw dan teman lainnya belum selesai, ujian pun berlangsung, deg degan sih sebenarnya, beberapa hari ujian akhirnya bisa terlewati, gw udah melakukan bagian gw sebagai siswi, dan tidak sampai disitu saja, menunggu hasil itu pun paling deg degan, lulus ngak yaa?? Setelah menunggu lama, saat itu posisi gw sudah berada diluar kota prepare untuk kuliah, registrasi, dll. saat pengumuman kelulusan gw diwakili oleh bokap, wah bokap langsung telepon dan memberi kabar bahagia bahwa gw lulus. Praise The Lord, amat sangat merasa lega bangetttt. Akhirnya perjuangan selama dibangku sekolah dari TK-SD-SMP-SMA membuahkan hasil yang luar biasa. Banyak kenangan yang gw tinggalkan dimana gw bersekolah. Awal masuk TK, akhirnya masuk SD dengan manjanya gw, masuk SMP dimana new challenge untuk jadi pribadi yang dewasa, dan SMA new spirit karna ngak kerasa bentar lagi bakal masuk perguruan tinggi, hehe.

Gw dari TK sampai SMA bersekolah di sekolah dan lingkungan yang orang-orangnya itu-itu saja, tapi gw bangga menjadi keluarga besar Vidatra terlebih PT Badak. Dan gw bangga sebagai orang Bontang, karna basicnya gw lahir dan dibesarkan disana, dilingkungan yang amat sangat menyenangkan. I love my parents, I love my brother (alm), I love my lil sister, I love my big family, I love my best friends, I love Bontang, I love Vidatra, and thanks to PT Badak NGL for all facilities (serba gratis euy). I’m proud to be Bontangers and Manadonese #storyofmylife.




Kilang PT Badak NGL, Bontang (semua berawal dari sini)




Bersyukurlah dengan masa kecil ataupun masa lalu kita semua, baik buruk, susah senang, dalam keadaan apapun itu. yang lalu menjadi moment indah dan menjadi story yang selalu bisa kita kenang. banyak perkara yang terjadi tetapi Tuhan buat itu semua indah pada waktuNya.


Dulu mungkin memang terbilang hidup enak, semua serba ada dan tercukupi (Bontang), tapi bagaimana perjuangan dan kerja keras gw selama jauh dari orang tua untuk kuliah dan hidup sendiri di kota rantauan dan akhirnya bisa sampai sekarang ini. i'll be back soon ya, ceritanya bersambung saudara-saudara. thank you semua :)




BERSAMBUNG..........

Juli 19, 2012

Grateful :)

Morning you all. Pengen banget nulis lagi di blog, curhat lagi di blog ini. Gw hanya mengucap syukur dengan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan gw hingga sampai saat ini. Many problems, tapi gw berusaha sabar dalam menghadapinya. Gw yakin dengan track gw sekarang ini, gw hanya menjalani apa yang harus gw selesaikan dan sudah menjadi tanggung jawab gw dalam hidup. Soal hidup gw sangat pemikir banget, hal sekecil apapun pasti terus ada dalam benak gw, sampai terjadi kesalahan dalam diri gw pun yang kesalahan itu gw yang perbuat pasti akan terus terpikirkan. Apalagi kalau kesalahan itu belum kunjung selesai, merasa ngak tenang hidup. Tapi dibalik setiap problem yang terjadi dalam kehidupan gw, gw berusaha untuk tidak menunjukkan itu kepada orang-orang terdekat gw. Karna gw ngak pengen buat mereka terganggu dengan problem gw. Kalo pun toh mereka tau, dan ingin membantu, gw welcome banget selama mereka ngak merasa terganggu.

Gw berserah dengan segala apapun yang udah Tuhan kasih buat gw, mau dalam keadaan susah dan terpuruk sekalipun. Gw ada dan hidup di dunia ini juga sementara, ngak tau kapan Tuhan panggil kita atau orang-orang yang kita sayangi. Siap ngak siap kita sebagai manusia harus siap menerima semua hal terburuk dan terberat sekalipun. Dan saat ini tugas gw sekarang adalah menjalani apa yang menjadi tanggung jawab gw dalam hidup, sebagai anak, kakak, saudara, sahabat buat semua orang disekitar gw. Gw hanya menjalani apa yang sudah menjadi bagian dalam hidup gw, selanjutnya biarlah Tuhan yang bekerja dalam kehidupan gw. Gw sebagai individu hanya bisa bekerja keras, berusaha dan berdoa. Bagaimana pun hasilnya nanti dalam hidup gw, selama gw udah bekerja keras, berusaha dan berdoa  Tuhan pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuk kehidupan gw. Thank U buat orang-orang yang udah mengajarkan gw soal hidup (langsung or ngak), hidup itu belajar, belajar dari siapa pun dan dari manapun dan hidup itu proses. Terima kasih Tuhan buat kekuatan yang Engkau berikan hingga sampai saat ini. No body perfect, I’m nothing. Tapi Tuhan yang buat segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan gw menjadi perfect and special. Just doing my part.

Learn to live your life with what you got. Keep ur heart and life. Berserah adalah kerja keras.


Juli 12, 2012

Doing My Part

Morning, thanks God buat nafas kehidupan yang diberikan sampai dengan saat ini, bersyukur masih bisa memulai aktivitas dihari yang baru. banyak hal yang harus dikerjakan, segala sesuatunya minta kekuatan dan pertolongan dari Tuhan. mudah-mudahan tugas dan tanggung jawab gw hari ini bisa diselesaikan dengan baiik.

Begitu banyak pergumulan dalam hidup datang silih berganti, tapi gw percaya bahwa apapun yang datang dalam kehidupan gw sampai saat ini baik, buruk, senang, susah, dalam keadaaan apapun itu pasti udah dengan planningnya Tuhan. gw sebagai individu hanya bisa menjalani apa yang harus gw jalanin dalam hidup ini. selalu inget dengan words ini "life is process, follow the process". yes, bener.. hidup itu proses, dengan segala pergumulan yang ada itu proses membuat kita tumbuh menjadi individu yang kuat, sabar, dan wise. biarkan segala sesuatu mengalir seperti air, dan kita sebagai individu menjalani itu dengan sukacita walau dalam keadaan terpuruk sekalipun, karna waktu Tuhan itu tepat pada waktuNya dan akan indah. so be grateful dengan apa yang kita miliki dalam hidup.

"DOING MY PART AND KEEP MY HEART AND LIFE"


Juli 11, 2012

Process

Morning U all, happy wednesday.

wow, beberapa hari ini luar biasa banget proses hidup yang gw alamin, hehe. beberapa hari lalu ngerasa bad feeling, cuma gw ngak tau apa ? berjalannya waktu, ternyata Tuhan menjawab semuanya. yang tadinya gw ngak tau apa sih yang sebenarnya mengganjal di hati dan diri gw. tapi ternyata Tuhan membuka lebar-lebar mata dan hati gw pada waktu yang tepat. thank God.

Life is process, selama ini gw sangat menikmati proses hidup gw, mau dalam keadaan buruk sekalipun, apapun yang akan terjadi gw siap. Tuhan sudah menunjukkan ke gw jalan mana yang harus gw pilih, dan thank God i found it. gw hanya bisa mendoakan buat seseorang yang jauh disana, success for everything U do in life. about life, love, and anything. Tuhan udah kasih jalan terbaik buat lu untuk hidup lu, tinggal bagaimana lu menyikapi hidup yang udah Tuhan kasih buat lu sekarang dengan segala apapun yang udah lu capai dalam hidup. jaga baik-baik apapun yang udah lu dapat dan miliki dalam hidup, kesempatan selalu ada  tapi kita ngak akan pernah tau kapan kesempatan itu dalam kembali ke kita, penyesalan selalu datang diakhir, so jangan sampai menyesal nantinya. be grateful bro. thanks for ur attention to me during this. kamu udah mendapatkan apa yang kamu pengen, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu.

thanks God for giving me a chance to find someone better. not now, but oneday i'll will find it. no matter how hard it is, let the time answer that. thanks God for everything U give to me until now, everything is all about process, follow the process.